Rabu, 16 Maret 2011

Materi 1 Ilmu Sosial dan Budaya Dasar

PENGERTIAN ILMU SOSIAL DAN ILMU BUDAYA 

Sumber dari semua ilmu pengetahuan adalah filsafat(fhilosofhia).
Dari filsafa lahir tiga cabang ilmu pengetahuan:
1.      Natural science(ilmu-ilmu alam meliputi; fisika,kimia,biologi, dll)
2.      Social sciences(ilmu-ilmu sosial meliputi; sejarah,politik, ekonnomi, dll)
3.      Humanities(ilmu-ilmu budaya meliputi; bahasa,agama, kesenian dll)
Ilmu sosial dinamakan demikian karena ilmu tersebut mengambil masyarakat atau kehidupan bersama sebagaiobjek yang dipelajarinya.Objek social science adalah manusia sedangkan untuk membedakan antara ilmu-ilmu sosial adalah focus of interest (pusat perhatian). 
Ilmu budaya adalah suatu ilmu pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling mendasar  dalam kehidupan manusia sebagai makhluk berbudaya (homohumanus), dan masalah-masalah yang menyertainya , sering disebut sebagai humanities yang merupakan pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang konsep –konsep yang dapat digunakan untuk masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

HOMOHUMANUS  “MANUSIAWI           “
Sikap yang menghargai manusia sebagai makhluk yang memiliki martabat tinggi dengan segala hak-haknya (harus diperlakukan sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan atau sesuai dengan fitrahnyamakhluk Tuhan).
BERBUDAYA
Perilakunya dituntun oleh akal budi sehhingga mendatangkan kebahagiaan bagi dirinya dan lingkungannya serta tidak bertentangan dengan kehendak Allah.
HALUS
Kehalusan bertingkah laku perbuatan lemah lembut , sopan santun , budi bahasa dan beradab (ahlak).

DALAM UU NO.20 TAHUN 2003
Fungsi dari pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
    Tujuan dari Pendidikan Nasional  adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia,sehat, berilmu, cakap, kreatif , mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.Dalam penyelenggaraan pendidikan dilakukan secara demokratis, berkeadilan, tidak diskriminatif, menjunjung tinggi HAM, nilai keagamaan, nilai cultural dan kemajuan bangsa sebagai suatu kesatuan  yang sistemik dengan sistem terbuka dan multi makna, suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat dengan memberi keteladanan, membangun kemauan, mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran.
2.                      Tanggung jawab pendidikan masa depan tidak hanya meneruskan nilai-nilai , mentransfer iptek semata tetapi juga melahirkan warga negara berkesadaran tinggi tentang bangsa dan kemanusiaan. Namun juga mempersiapkan tenaga kerja profesional, komppetitif, produktif,dalam konteks kehidupan yang dinamis. Serta mengubah sistem berfikir , sikap hidup dan perilaku berkarya individu maupun kelompok dalam rangka memprakarsai perubahan sosial dan mendorong perubahan kearah kemajuan, adil dan bebas.
     Untuk mengantisipasi dampak negatif kemajuan iptek dan lajunya arus globalisasi yang cepat menya dari untuk segera membekali peserta didik dengan kemampuan dasar diantaranya nilai-nilai kemandirian. Secara pilisopi kemampuan tersebut merupakan kemampuan dalam memahami, memaknai dan mengamalkan nilai-nilai esensial yang ada pada dirinya baikn sebagai individu, anggota keluarga, anggota masyarakat, warga negara maupun sebagai bagian dari alam.
      Abad 20 di amerika dan eropa, hasil analisis mereka berkesimpulan bahwa sistem pendidikan modern yang sekuler telah menghasilkan para saintis dan teknokrat yang handal tapi tidak melahirkan para lulusan yang memiliki tntegritas keperibadian yang matang.
     Lapran lima puluh tahun dari nation society for the study of education tahun 1958, program studi general education di amerika, dilatar belakangi oleh empat hal :
1.      Sebagai reaksi masyarakat trhadap spesialisasi telah mencewakan hasil-hasil temuannya yang menakjubkan sementara mereka lupa pada nilai-nilai esensial kemanusiaannya.
2.      Sebagai reaksi trhadap kepincangan penguasaan minat-minat khusus dalam  memperoleh peradaban yang lebih luas.
3.      Sebagai reaksi pengkotak-kotakan kurikulum dan pecahnya pengalaman belajar siswa.
4.      Sebagai reaksi terhadap pormalism dalam pendidikan liberal.
Konsep Pendidikan Umum (General Education) pendidikan yang berkenaan dengan pengembangan keseluruhan kepribadian seseorang dalam kaitannya dengan masyarakat dan lingkungan hidupnya. Program pendidikan yang membina dan mengembangkan seluruh aspek keperibadian siswa dan mahasiswa

Philip H. Phenix (1963:8) merumuskana tujuan pendidikan umum :
A complete person should be skilled in the us of speech, simbol and gesture, factually will informed, capale of creating and apresiating object of esthetic significance endowed with a rich and disclipined life or relation to self and other able to make wise dection and to judge between right and wrong enfosed of an integral outlook.
Artinya manusia yang memiliki kemampuan dalam menggunakan kata-kata, simbol, isyarat dapat menerima informasi fertual dapat melakukan dan mengapresiasi objek-objek seni, memiliki kemampuan dan disiplin hidup dalam hubungan dengan dirinya maupun oranglain, cakap dalam mengambil keputusan yang bijaksana, dapat mempertimbangkan antara yang benar dan yang salah serta memiliki pandangan yang integral.
Yang melatarbelakangi lahirnya General Education
Reaksi terhadap kecendrungan masyarakat moderen yang mendewakan produk teknologi dan cendrung mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan. Sebagai akibat dari produk sistem pendidikan moderen yang sekular yaitu pendidikan yang mementingkan pengambangan spesialisasi, sementara pengembangan nilai-nilai kemanusiaan yang  bersipat universal nyaris terabaikan. Seharusnya menurut Philip H. Phenik (1954:6) enam pola makna esensial bagi mahasiswa:
Makna simbolycs, yaitu kemampuan berbahasa dan berhitung, makna empirics, yaitu kemampuan untuk memakai benda-benda melalui proses penjelajahan dan penyeledikan empiris.
Makna ethics yaitu kemampuan memaknai baik dan buruk.
Makna synoetics, yakni kemampuan berpikir logis, rasional sehingga memaknai benar dan salah
Makna synoptic, yaitu kemampuan untuk beragama, atau berfilsafat.
 Keenam pola makna diatas dikemas dalam bentuk general education (pendidikan umum).

Bagaimana pendidikan education di indonesia ?
General education/ pendidikan umum yang ada di amerika telah dikolaborasi oleh para ahli pendidikan di indonesia menjadi studi/matakuliah yang dulu disebut MKDU.
MKDU (Matakuliah pengembangan keperibadian yang meliputi : pendidikan pancasila, pendidikan  agama  dan pendidikan kewiraan nasional) dan kelompok matakuliah
MBB (Matakuliah berkehidupan bermasyarakat yang meliputi matakuliah ISD,IBD dan IAD) melebur menjadi matakuliah ISBD.
Pemetaan aspek pembelajaran dalam kelompok matakuliah:
MPK, MKK (keahlian dan Keilmuan ) “lerning to know”. MKB (Kahlian Berkarya)”Lerning to do”. MPB (Prilaku Berkarya) “ Lerning ToBe”. MBB (Berkehidupan Bermasyarakat)”Lerning to live together”.
MPK (Mata kuliah Pengembangan Keperibadian) Penghayatan nilai dan keperibadian “lerning to be morally.
Klompok bahan kajian dan pelajaran untuk mengembangkan manusia indonesia yang bermain dan bertakwa terhadap tuhan yang maha esa dan berbudi pekerti yang luhur, berkeperibadian mantap dan mandiri serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Agama, ISBD, Pancasila).

VISI DAN MISI "Konpetensi  Kelompok Mata Kuliah MBB"
(Berkehidupan bekmasyarakat)”Learning to live together”.

Visi dari MBB
1.      Menjadi sumber nilai, moral, estetika dan penduaan bagi penyelenggaraan pendidikan dalam mengantarkan mahasiswa mengembangkan kemampuan pemahaman tentang:
2.      Keanekaragaman, kesederajatan, dan kemartabatan manusia sebagai individu dan mahluk sosial didalam kehidupan bermasyarakat dalam berpedoman kepada kebudayaan melalui peranata pendidikan.
3.      Tanggungjawab manusia terhadap sumberdaya alam dan lingkungan dalam berkehidupan dan bermasyarakat baik nasional maupun global, yang membatasi tindak kekaryaan seseorang sesuai dengan kompetensi keahliannya.

Misi MBB
      Adalah memberikan landasan pengetahuan dan wawasan luas serta keyakinan kepada mahasiawa sebagai  bekal hidup masyarakat selaku individu, mahluk sosial yang beradab, bertanggung jawab terhadap sumberdaya alam dan lingkungannya.
 
Kompetensi MBB
1.      Kompetensi MBB yangdituju ialah agar mahasiswa menguasai kemampuan berpikir rasional berwawasan luas, berjiwa besar sebagai manusia yang intlektual, beradab dan bermanfaaat yang bertanggung jawab terhadap:
2.      Terwujudnya estetika, etika dan moral atau nilai-nilai budaya bagiketeraturan, kebersamaan kebersamaan dan kesejahtraan hidup bermasyarakat.
3.      Terpeliharanya sumberdaya alam dan lingkungannya.

ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR
PENGERTIAN ISBD
ISBD sebagai integraasi ISD dan IBD membveriukan dasar-dasar pengetahuan sosial dan konsep-konsep budaya kepada mhs sehingga mampu mangkaji masahah sosial kemanusiaan dan budaya. Selanjutnya mhs peka, tanggap, kritis dan berempati atas solusi pemecahan masalah sosial dan budaya secara arif (pembangunan karakter Manusia).
ISBD sebagai kajuian maslah sosial, kemampuan dan budaya sekaligus pula memberi dasar pendekatan yang bersumber dari dasar-dasar ilmu sosial yang terintegrasi. ISBD bukanlah sebuah disiplin ilmu yang berdiri sendiri, melainkan hanya suatu pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling dasar yang ada dalam kehidupan manusia sebagai mahluk sosial yang berbudaya dan masalah-masalah terwujud dari padanya.

ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR (ISBD)



Adalah salah satu mata kuliah umum termasuk pada matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB). ISBD merupakan matakuliah dasar mengenai pengembangan keperibadian dan wawasan sosial budaya mahasiswa dalam menghadapi dan memecahkan masalah sosial budaya dan kemasyarakatan yang timbimbul pada masyarakat.
Usaha pendidikan dalam menelaah masalah sosial dengan dengan menggunakan fakta, kosep dan teori-teori yang diperoleh dan di kembangkan oleh berbagai bidang pengetahuan dalam lapangan ilmu-ilmu sosial.
FUNGSI  ISBD
Memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang di kembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial kebudayaan agar daya tanggap, persepsi, dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosialbudaya dapat di tingkatkan sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungannya menjadi lebih besar.

VISI ISBD
Berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang keritis, peka dan aktif dalam memahami keragaman dan kesederajatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika, etika dan moral dalam kehidupan bermasyarakat.

MISI ISBD
Memberikan landasan dan wawasan yang luas serta menumbuhkan sikp  kritis, peka dan arif pad mahasiswa untuk memahami keragaman dan kesederajatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan mahluk sosial yang beradab seta bertanggung jawab terhadap sumberdaya dan lingkungannya.

KOMPETENSI ISBD
Menjadi ilmuan dan profesional yang berpikir kritis, kreatif, sistemik dan ilmiah, berwawasan luas, etis, estetis, serta memiliki apresiasi kepekaan dan empati sosial, bersikap demokratis berkeadaan sertaikut berperan mencari solusi pemecahan sosial budaya secara arif.

TUJUAN ISBD
1.      Mengembangkan kesadaran mahasiswa menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman dan kesederajatan manusia sebagai individu dan mahluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
2.      Menumbuhkan sikap kritis, peka dan aktif dalam memahami dan keragaman dan kesederajatan manusia  dengan landasan nilai estetika, etika dan moral dalam kehidupan masyarakat.
3.      Memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan pada mahasiswa sebagai bekal hidup bermasyarakat, sebagai individu dan mahluk sosial yang beradab dalam memperktikan pengetahuan akademik dan keahliannya.
4.      Mahluk sosial yang beradab dalam memperaktekan pengetahuan akademik dan keahliannya.

LANDASAN HISTORIS
1.      Nenek moyang kita orang beragama terbukti dengan peninggalan sejarahnya.
2.      Memiliki warisan budaya dan peradaban yang tinggi
3.      Bangsa indonesia dikenal sebagai
4.      Bangsa yang ramah , cinta damay, toleran dan bergotong royong.

LANDASAN FILOSOFIS
1.      Bangsa indonesia memiliki falsafah
2.      Hidup pancasila
3.      Ketuhanan yang maha esa
4.      Kemanusiaan yang adil dan beradab
5.      Persatuan indonesia
6.      Kerakyatan yang dipinpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
7.      Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia

LANDASAN YURIDIS FORMAL
1.      Uud 45 pasal 30,31
2.      UU no 20 tahun 2003 ttg Sisdiknas
3.      Kep.Mendiknas NO. 232/U/2000 dan no. 45/U2002) ttg kurikulum inti.
4.      KEP. Dirjen  Dikit.no 30/DIK TI/Kep/2003 ttg rambu-rambu pelak MPK di PT.
5.      Surat Edaran Dirjen Dikti :No 1058?D/T/ 2003 ttg Pelak kep dirjen Dikti No 30
6.      KEP. Dirjen Dikti : No 29/DIKTI/Kep/2004 ttg pengangkatan tim pembina kel MPK dan MBB.

LANDASAN PEDAGOSIS
1.      Tujuan Pendidikan
2.      Mewujudkan manusia indonesia seutuhnya
3. Mewujudkan manusia indonesia seutuhnya diperlkan satu peroses secara terencana  terusmenerus dan berkesinambungan  (disebut proses pendidikan)
4.      Kehidupan berbangsa bernegara dan bermasyarakat perlu adanya pewarisan pengetahuan nilai  religi dan sosial budaya.
5.  Dalam pergaulan global perlu mempertahankan jatidiri sebagai bangsa yang beragama, berdaulat dan bermartabat.

LATARBELAKANG DIAJARKANNYA ISBD
 Agar tenaga ahli yang dihasilkan oleh perguruan tinggi memiliki tiga jenis kemampuan yang meliputi:
1.           Kemampuan personal : dimana para tenaga ahli memiliki pengetahuan sehingga mampu menunjukan sikap, tingkahlaku dan tindakan yang mencerminkan keperibadian indonesia, memahami dan mengenal nilai-nilai keagamaan, kemasyarakatan, dan kenegaraan, serta memiliki pandangan  yang luas dan kepekaan terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat indonesia.
2.                  Kemampuan kademis : kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah baik lisan maupun tulisan, menguasai peralatan analistis mampu berpikir logis, kritis, analisis, memiliki kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang dihadapi, serta mampu menawarkan alternatif pemecahan.
3.                    Kemampuan profesional : kemampuan dalam bidang propesi tentang ahli yang bersangkutan para ahli diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tinggi dalam bidang profesinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar